Pada Selasa (1/4/2025) Pagi, Jalan Antar kecamatan Longsor di Samosir, dan kali ini, tak hanya kendaraan roda dua yang terhalang, bahkan pejalan kaki pun tak bisa melewati jalan yang kini putus total.
Jalan yang longsor dan amblas ini berada di Jalan Nasional Lingkar Dalam, Dusun Tiga Sigarantung, Desa Hutaginang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Kerusakan parah membuat jalan terputus, sehingga tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca Juga : Diduga ulah OTK, Pasar Monza Tanjung Balai Terbakar
Ramli Situmorang, tokoh masyarakat setempat, dengan penuh amarah dan kesedihan, menegaskan bahwa jalan ini bukan hanya urusan pariwisata, melainkan nyawa kehidupan sehari-hari warga.

“Ini satu-satunya jalan yang kami miliki. Kami bertani, anak-anak sekolah, semua lewat sini. Kalau jalan ini putus, kami akan terisolasi. Pemkab harusnya sadar, jangan cuma diam!” seru Ramli yang akrab disapa Oppu Lovely ini.
Sebelumnya, jalan ini sudah pernah mengalami longsor dan masih bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi semakin memburuk, hingga akhirnya jalan benar-benar tidak dapat dilewati, bahkan oleh pejalan kaki.
Baca Juga : Buronan Korupsi , Ditangkap Saat Jualan Bakso di Tapanuli Utara
Kini, akibat longsor Samosir, wisatawan yang hendak menuju destinasi wisata di Kabupaten Samosir, seperti Tomok dan Sibea-bea, harus mengambil jalur alternatif melalui Kecamatan Pangururan, yang memakan waktu perjalanan hingga dua jam lebih lama.
Maslan Sitanggang, warga lainnya, menambahkan betapa mengecewakan sikap Pemkab Samosir yang terkesan beralasan jalan ini gawaian Pemerintah Pusat.
“Jalan ini mulai longsor pada Oktober 2024. Pengerjaan perbaikan sempat dimulai, namun kemudian berhenti setelah longsor kedua pada 26 Januari 2025. Sampai sekarang, tak ada solusi konkret. Kami dipaksa untuk mengambil risiko setiap kali melintasi jalan ini,” ujarnya dengan rasa putus asa yang mendalam.
Ditambahkannya, pelaksana proyek yang seharusnya memperbaiki malah menghilang, dan Pemkab Samosir seakan menutup mata terhadap penderitaan warganya.
Sementara itu, alat berat di lokasi, yang diyakini milik pelaksana proyek, tidak lagi beroperasi, bahkan untuk membuat jalan alternatif. Warga berharap pemerintah segera bertindak.

