Banyak sepeda motor mogok setelah nekat menerobos banjir di Jl Lintas Pematangsiantar menuju Medan, tepatnya di KM 9 Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 20.30 WIB.

@humas_polres_simalungun

Pada hari ini Kamis, 03 April 2025, sekira pukul 20.30 wib, di Jalan umum Jurusan Pematangsiantar menuju arah Medan tepatnya di KM 9 Nagori Batu silangit Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun, Akibat tingginya curah Hujan sore hari sampai malam ini hingga membuat Aspal jalan tergenang air yng begitu deras sehingga membuat Pengguna Jalan khususnya kendaraan Sepeda motor banyak yang mogok hingga membuat jalan jadi macet. Untuk itu kami Polres Simalungun menghimbau untuk berhati hati melintasi Jalan tersebut dan Polres Simalungun dibantu juga masyarakat masih berada di tempat kejadian untuk melaksanakan pengaturan lalulintas. #spripimpolri #divhumaspolri #itwasumpolri #korlantaspolri #humaspoldasumaterautara #poldasumut #ditlantaspoldasumut #kapoldasumut #kapolressimalungun #polrihumanis #polripresisi #Polrihadirditengahmasyarakat #untungadapolisi #polisiadadimanamana #polriuntukmasyarakat #mudikamankeluarganyaman

♬ suara asli - Humas Polres Simalungun - Humas Polres Simalungun

Kapolsek Serbelawan, AKP Gunawan Sembiring, mengatakan setelah hujan, jalan menjadi seperti sungai deras dengan ketinggian air selutut orang dewasa.

"Akibat tingginya curah hujan sore hari sampai malam ini membuat banjir deras di jalan, sehingga menimbulkan macet," ujar Gunawan.

Selain macet parah dari kedua arah, belasan sepeda motor mogok karena ada yang nekat menerobos banjir, setelah terlalu lama menunggu air tak kunjung surut.

Dalam menangani masalah motor mogok di tengah banjir, kata Gunawan, pihaknya bersama sejumlah pemuda setempat membantu mendorong.

Ia mengimbau pengendara khususnya sepeda motor untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas sepanjang titik banjir.

Baca Juga : Jalan Antar kecamatan Longsor di Samosir

Sejumlah pengendara kecewa adanya banjir, dan berharap pemerintah mengambil solusi sehingga persoalan yang selama ini meresahkan warga dapat terselesaikan.
Seorang pengendara, Devi, mengaku bahwa akibat banjir yang menutupi badan jalan nasional tersebut, ia dan temannya terpaksa menunggu ketinggian air menurun agar sepeda motor mereka dapat melintas.

"Sampai 2 jam juga kami nunggu air kemarin turun, baru kami bisa lewat. Yang buat was-was ini daerah rambungan (pohon karet) pula, jadi nggak ada tempat untuk menepi dari hujan," kata Devi.