Menara Pandang Tele dan Air Mancur MenariDCIM100MEDIADJI_0139.JPG

Menara Pandang Tele dan atraksi Air Mancur Menari di kawasan Waterfront City (WFC) Pangururan tetap menjadi destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Samosir selama libur Lebaran tahun ini.
Kedua objek wisata tersebut tercatat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 904.782.000 dalam kurun waktu delapan hari, terhitung sejak 28 Maret hingga 4 April 2025.

Baca Juga : Kawasan Wisata Parapat Dilanda Banjir Bandang yang Mengakibatkan 50 Rumah Rusak

Hal itu disampaikan Rudi Siahaan selaku Ketua Tim Pengelola Sementara Waterfront City Pangururan dan Kawasan Menara Pandang Tele, pada Jumat (4/5).

Rudi menyampaikan, jumlah kunjungan Wisatawan yang menyaksikan Show Air Mancur Menari di lokasi WFC pangururan dan kunjungan ke Menara Pandang tele dari tanggal 28 Maret hingga 04 April 2025 sebanyak 46.436 orang, dengan Pendapatan Asli Daerah sebanyak Rp.904.782.000.

“Tercatat, pengunjung atraksi Air Mancur Menari di WFC Pangururan dari tanggal 28 Maret 2025 s.d 04 April 2025 sebanyak 17.688 pengunjung dimana PAD yang didapat sebanyak Rp.352.332.000. Sementara dikawasan Menara Pandang Tele, jumlah pengunjung sebanyak 28.748 orang dengan PAD sebanyak Rp. 552.450.000,” terang Rudi Siahaan.

Rudi menambahkan, jika ditotal secara keseluruhan, pendapatan dari retribusi objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Samosir selama periode 28 Maret hingga 4 April 2025 mencapai lebih dari Rp 1 miliar, yakni sebesar Rp 1.038.293.000.

Menurutnya, tingginya animo wisatawan selama libur Lebaran menunjukkan bahwa sektor pariwisata Samosir masih menjadi daya tarik utama. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Samosir terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata sebagai salah satu langkah strategis dalam mendorong peningkatan PAD.

“Peningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata hanya bisa tercapai melalui kerja sama yang sinergis antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” pungkas Rudi.