Kebakaran di Muara Tapanuli Utara pada Rabu 26 Maret 2025 sekitar pukul 13.00 siang telah menyebabkan banyak kerugian. Sebanyak 28 unit rumah habis terbakar dilalap sijago merah.
Desa yang terletak di tepi Danau Toba itu porak poranda akibat diamuk api. Terpaan angin kencang dari permukaan Danau Toba mempercepat api hingga melahap rumah warga desa wisata tersebut.
Menurut Kasie Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, penyebab kebakaran di Muara Taput masih belum diketahui dan dalam proses penyelidikan aparat.
“Api dengan cepat membesar dan menyebar sehingga warga sekitar lokasi tidak sanggup memadamkan api pun tidak sempat menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah,” jelas Walpon.
Baca Juga : Demi Keselamatan Pemudik, Dishub Sumut Pasang Rambu Peringatan di 147 Titik Rawan
Kondisi letak rumah yang rapat berbentuk ruko permanen dan semi permanen kian mempersulit upaya pemadaman api.
“Meski mobil Damkar milik Angkasa Pura Silangit, Pemkab Taput dan Pemkab Humbang diterjunkan ke lokasi, namun kebakara baru bisa dipadamkan sekira 1,5 jam kemudian,” sebutnya.
Walau peristiwa kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan milliaran rupiah.
“Meski mobil Damkar milik Angkasa Pura Silangit, Pemkab Taput dan Pemkab Humbang diterjunkan ke lokasi, namun kebakara baru bisa dipadamkan sekira 1,5 jam kemudian,” sebutnya.
