Warga Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, mendapatkan tunjangan hari raya (THR), Kades Desa Wunut bagikan THR Rp 457 Juta ke ribuan warganya, termasuk bayi.
Pembagian THR itu dilaksanakan di kantor Desa Wunut, Selasa (18/3/2025). Kades Wunut, Iwan Sulistya Setiawan, mengatakan di desanya ada 14 RT yang terbagi di 6 RW. Tiap orang mendapat Rp 200 ribu.
Iwan menjelaskan, THR itu berasal dari hasil pengelolaan objek wisata Umbul Pelem Water Park. “Uang yang kita berikan untuk warga berasal dari pengelolaan objek wisata Umbul Pelem Water Park yang dikelola oleh Bumdes Sumber Kamulyan,” ungkap Iwan.
Dengan berjalannya pengelolaan wisata di daerah tersebut, bahkan warga juga didaftarkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga : KAI Sumut Melayani 9.800 Penumpang Saat Libur Lebaran
Sejak pagi hari, warga desa berbondong-bondong ke balai desa untuk mengambil uang Tunjangan Hari Raya (THR) mereka. Pemerintah desa telah menyiapkan uang hampir Rp1 miliar untuk dibagikan sebagai THR untuk 2.289 warga.
Kejujuran para pengelola unit usaha desa yang mengoptimalkan potensi desa dan sikap kepala desa Wunut layak mendapat diapresiasi. Mereka menjadikan masyarakat desa berdaya dengan pendapatan sumber daya yang ada milik desa.
Usaha wisata Umbul Pelem yang dikelola Bumdes Sumber Kamulyan Desa Wunut, memberikan perubahan drastis. Pada 2024, tempat wisata ini mampu memberikan PADes sebesar Rp3,1 milyar, berkali-kali lipat dari semula yang sebesar Rp30 juta.
“Sekarang kita kategori desa mandiri dan Bumdes kategori maju,” kata Iwan.
Disebut desa mandiri karena Desa Wunut memiliki pendapatan lebih besar dibanding dengan bantuan dari pemerintah.
“Jadi PADes kita lebih besar,” kata Iwan. Menurut Iwan, pada 2018 PADes Wunut sebesar Rp30 juta; 2019 sebesar Rp210 juta; 2020 sebesar 576 juta; 2021 253 juta; 2022 sebesar Rp915 juta; 2023 sebesar Rp2,5 miliar; dan 2024 sebesar Rp3,1 miliar.
Sementara dana desa yang telah digunakan untuk Umbul Pelem sejak 2016 hingga 2022 sebesar Rp2,4 miliar.
Baca Juga : 205 Narapidana Rutan Kelas llB Balige Menerima Remisi Di Hari Raya Idulfitri
“Tanpa dana desa tidak mungkin kita bisa membangun Umbul Pelem seperti kondisi sekarang itu,” akunya.
Sebagai kepala desa yang sudah menjabat selama tiga periode berturut-turut, Iwan menyebut kunci sukses menjadikan desanya yang dulu miskin dan sekarang mandiri adalah fokus, mengikuti aturan, dan tidak korupsi.
